MEDIA PEMBELAJARAN


MEDIA PEMBELAJARAN
Ani Widayati, M.Pd.
Pendahuluan
Pembelajaran dilakukan secara klasikal
Menggunakan papan tulis dan kapur
Cenderung tidak mau memanfaatkan sumberdaya yang ada/tersedia
Penggunaan media belum optimal
Kondisi Sekarang
Tidak ada perbedaan antara guru dan murid dalam mengakses informasi/pengetahuan
Peserta didik tidak lagi tergantung pada guru
Banyak sumber yang dapat digunakan untuk memperoleh pengetahuan: internet, handphone,surat kabar,televisi, bahkan siaran internasional
Guru Seharusnya…..
Tidak bersikap tidak peduli terhadap kemajuan teknologi informasi dan komunikasi
Tidak boleh tertinggal dari peserta didiknya
Tidak menganggap peserta didik tergantung padanya
Aktif mencari pengetahuan baik yang berhubungan dengan materi maupun yang bersifat umum
Di sisi lain….
Media tidak dapat menggantikan posisi guru
Belajar harus dengan bimbingan guru
Perkembangan psikologis dan intelektual harus seimbang
Penggunaan media
Guru dalam mengajar memang harus berpedoman pada kurikulum dan pedoman lain dalam mengajar, akan tetapi mesti memperhatikan aspek peningkatan kualitas yang salah satunya adalah dengan menggunakan media pembelajaran.
Kompetensi yang dituju boleh sama, akan tetapi pengalaman belajar akan membedakan tingkat pemahaman dan kebermaknaan belajar bagi peserta didik.
Penggunaan media yang tepat dapat meningkatkan pemahaman dan kebermaknaan belajar beserta didik
Profesi guru
Mengembangkan kompetensi dan kepribadian peserta didik (kognitif, afektif, psikomotor)
Fasilitator, mediator, manajer kelas yang mampu menggerakkan peserta didik agar aktif mencari dan menemukan pengetahuan dengan caranya sendiri.
Alasan guru tidak mengembangkan media pembelajaran
Repot:guru merasa sudah sangat repot dengan menulis persiapan mengajar, jadwal pelajaran yang padat, jumlah kelas paralel yang tidak sedikit dan lain-lain sehingga tidak sempat untuk memikirkan media yang akan digunakan dalam pembelajaran. Padahal dengan media pembelajaran akan lebih efektif, sehingga tidak ada alasan repot. Kerepotan sebentar di awal akan mendapatkan hasil yang optimal dan dapat digunakan untuk beberapa kali penyajian
Alasan guru tidak mengembangkan media pembelajaran
Canggih dan mahal. Media tidak selalu harus canggih dan mahal. Nilai penting dari sebuah media pembelajaran bukan terletak pada kecanggihannya (apalagi harganya yang mahal) namun pada efektivitas dan efisiensi dalam membantu proses pembelajaran. Banyak media sederhana yang dapat dikembangkan oleh guru dengan harga murah. Kalaupun dibutuhkan media canggih semacam audiovisual atau multi media, maka cost-nya akan menjadi murah apabila dapat digunakan oleh banyak murid dan beberapa guru
Alasan guru tidak mengembangkan media pembelajaran
Tidak dapat digunakan. Ada guru yang takut dengan peralatan elektronik, takut kena setrum, takut korsleting, takut salah pijit, dan takut rusak. Akibatnya media OHP, audio-visual atau slide projector yang telah dimiliki, sejak awal beli baru tetap tersimpan rapi di ruang kepala sekolah. Padahal dengan sedikit latihan dan mengubah sikap bahwa media mudah dan menyenangkan, maka segala sesuatunya akan berubah
Alasan guru tidak mengembangkan media pembelajaran
Mengganggap media sebagai hiburan. Media itu hiburan yang membuat murid main-main dan tidak serius, sedangkan belajar itu serius. Meski jarang alasan ini tetap ada. Media pembelajaran itu identik dengan dengan hiburan yang berbeda dengan belajar. Tidak mungkin belajar sambil santai (pendapat dulu). Kalau bisa belajar dengan menyenangkan, mengapa harus dengan menderita? Kalau dapat dilakukan dengan mudah, mengapa harus dipersulit?
Alasan guru tidak mengembangkan media pembelajaran
Tidak tersedia, mungkin ini adalah alasan yang masuk akal. Tetapi seorang guru tidak boleh menyerah begitu saja. Ia adalah seorang profesional yang harus kreatif, inovatif dan banyak inisiatif. Media pembelajaran tidak harus selalu canggih, namun dapat juga dikembangkan sendiri oleh guru.
Alasan guru tidak mengembangkan media pembelajaran
Tidak terbiasa. Metode mengajar dengan ceramah adalah hal yang enak. Guru cenderung mengulang cara guru-gurunya yang terdahulu. Mengajar dengan mengandalkan verbal lebih mudah, tidak memerlukan persiapan mengajar yang banyak, jadi lebih enak untuk guru, tetapi tidak enak untuk murid. Hal yang harus dipertimbangkan dalam pembelajaran adalah kepentingan peserta didik yang belajar, bukan kepuasan guru semata.
Alasan guru tidak mengembangkan media pembelajaran
Kurangnya penghargaan dari atasan. Tidak adanya reward bagi guru sering menjadikan guru menjadi malas dan tidak mau menggunakan media. Selama ini tidak ada perbedaan perlakuan bagi guru yang menggunakan media pembelajaran dengan guru yang mengajar dengan tidak menggunakan media (metode ceramah/ bicara saja).
Cara yang dapat diterapkan guru
Menyampaikan informasi secara verbal pada peserta didik. Peserta didik cenderung akan menangkap informasi sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya. Pemahaman peserta didik dapat saja berbeda-beda bahkan dapat menimbulkan salah persepsi. Cara ini mungkin saja efisien namun kurang efektif.
Cara yang dapat diterapkan guru
Memberi pengalaman nyata. Peserta didik diajak untuk mengalami sendiri kegiatan belajarnya sehingga akan lebih bermakna. Permasalahannya kadang-kadang untuk mengalami belajar sendiri diperlukan biaya yang mahal, atau kegiatan tersebut tidak mungkin dialami oleh peserta didik, sehingga cara ini mungkin efektif namun kurang efisien.
Cara yang dapat diterapkan guru
Menggunakan media dalam pembelajaran. Cara ini dipandang sebagai cara yang efektif dan efisien. Informasi yang disampaikan akan konsisten dan dapat meminimalisasi kesalahpahaman. Cara ini lebih bijaksana dibanding dua cara terdahulu. Media belajar diperlukan agar pembelajaran dapat berjalan efektif dan efisien.
Apakah media pembelajaran itu?
Merupakan seperangkat alat yang dapat menyalurkan informasi dari sumber ke penerima informasi.
Schramm (Martinis Yamin, 2007), media:teknologi pembewa pesan (informasi) yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.
Briggs ( Martinis Yamin, 2007), media: sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran.
Kesimpulan: media merupakan segala alat bantu yang digunakan untuk menyalurkan pesan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.
Manfaat media pembelajaran
Penyampaian materi dapat diseragamkan.Persepsi peserta didik terhadap materi/informasi yang disampaikan oleh guru menjadi sama.
Proses pembelajaran menjadi lebih menarik. Melalui media informasi/materi dapat disampaikan secara audio, visual, maupun audio visual. Konsep dan prosedur menjadi lebih jelas, tidak terlalu abstrak, bahkan kurang/tidak lengkap.Suasana kelas tidak monoton dan membosankan.
Manfaat media pembelajaran
Proses belajar siswa menjadi lebih interaktif. Media dapat membantu suasana komunikasi antara guru dan peserta didik menjadi lebih aktif. Tanpa media biasanya komunukasi hanya terjadi satu arah, dengan media dimungkinkan terjadi komunikasi dua arah.
Jumlah waktu belajar mengajar dapat dikurangi. Dengan media waktu dapat didesain untuk kegiatan peserta didik, sehingga pembelajaran jauh lebih bermakna.
Manfaat media pembelajaran
Kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan. Kegiatan melihat, mendengar, merasakan menyentuh, dan mengalami melalui media akan menambah tingkat pemahaman peserta didik.
Proses belajar dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Media pembelajaran dapat dirancang sehingga peserta didik dapat belajar kapan saja dan di mana saja tanpa tergantung keberadaan seorang guru. Peserta didik dimunginkan dapat belajar secara mandiri.
Manfaat media pembelajaran
Sikap positif siswa terhadap bahan pelajaran maupun terhadap proses belajar itu sendiri dapat ditingkatkan. Proses belajar mengajar menjadi lebih menarik yang pada gilirannya akan memotivasi peserta didik untuk lebih mendalami materi.
Peran guru berubah ke arah yang lebih positif dan produktif. Guru tidak perlu mengulang-ulang penjelasannya, mengurangi uraian verbal secara lisan sehingga dapat memberi perhatian lebih pada aspek-aspek lain dalam pembelajaran, dan peran guru tidak lagi sekedar menjadi pengajar tetapi dapat menjadi konsultan, manajer dan penasihat.
Beberapa hal berkaitan dengan media pembelajaran
Orang dapat belajar dari media, namun hasil eksperimen belum cukup membuktikan tentang media apa yang paling efektif untuk terjdinya media untuk terjadinya belajar dalam situasi tertentu.
Penentuan media yang sebaiknya merupakan resultante dari analisis tugas belajar, analisis media itu sendiri, dan analisis perbedaan individual di antara para peserta didik.
Sistem simbolik digital pada media sangat berguna dalam mempelajari keterampilan dasar. Kombinasi dengan simbol iconic akan membantu dalam pelaksanaan hampir seluruh apa yang harus dilakukan dalam pembelajaran.
Beberapa hal berkaitan dengan media pembelajaran
Kode iconic sangat efektif untuk menarik perhatian peserta didik, sehingga dapat digunakan untuk mengingat kembali unsur yang tersimpan dalam pembelajaran.
Media interaktif tidak tertandingi kemampuannya dalam memberi umpan balik selama belajar kecuali tatap muka.
Kombinasi dari berbagai sistem pengkodean dapat dilakukan oleh kombinasi media kecil atau pengajaran tatap muka yang dibantu oleh satu atau lebih media kecil.
Beberapa hal berkaitan dengan media pembelajaran
Sistem pembelajaran yang diciptakan di sekeliling media siaran dapat mempunyai keuntungan ekonomis untuk kelanjutan dan perluasan kesempatan
Rasio pembiayaan yang menguntungkan dapat diharapkan dengan penggunaan media (siaran) untuk memberikan apa yang telah dapat dilakukan dengan cara konvensional.
Biaya tambahan tidak diperlukan dengan ditambahkannya media (siaran) pada pembelajaran di kelas yang sekarang berlangsung, bila guru dapat mengajar lebih banyak peserta didik tanpa kehilangan efektivitasnya.
Beberapa hal berkaitan dengan media pembelajaran
Proyek pembaharuan pendidikan nasional mampu membawa prubahan penting, memperluas kesempatan belajar dan memberi sumbangan dalam peningkatan mutu pendidikan.
Penggunaan media pembelajaran sebagai suplemen pengajaran di kelas akan efektif dan lebih mudah diterima oleh guru kelas.
Pengajaran jarak jauh yang dilakukan dan didukung dengan media yang tepat dapat berlangsung dengan baik.
Media…
Penggunaan media bukan berarti mengubah cara mengajar
Media membantu agar pembelajaran dapat berjalan efektif
Media menciptakan komunikasai yang efektif dan interaktif antara guru dan peserta didik sehingga mampu menyerap materi lebih baik yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas pembelajaran
Media…
Media yang modern bukan berarti lebih baik dibanding media konvensional. Pada kondisi tertentu media konvensional lebih efektif dan efisien dibanding media yang lebih modern.
Jika fasillitas tidak mendukung maka penggunaan media modern bukan merupakan hal yang dianjurkan.
Media…
Untuk sekolah yang sudah mempunyai fasilitas yang lebih lengkap dan modern disarankan untuk menggunakan media tersebut agar pembelajaran lebih efektif.
Untuk sekolah yang belum memiliki fasilitas modern disarankan menggunakan media sesuai dengan sumberdaya yang tersedia. Ide dan kreativitas dari guru diperlukan untuk mengembangkan media sesuai fasilitas yang tersedia.
Faktor penentu pemilihan media
tujuan/indikator yang hendak dicapai
kesesuaian media dengan materi yang akan dibahas
tersedia sarana dan prasarana yang menunjang
karakteristik peserta didik
Menurut Thomas yang perlu dipertimbangkan adalah:
Access. Apakah media yang diperlukan itu tersedia, mudah dan dapat dimanfaatkan oleh murid?
Cost. Biaya juga harus menjadi bahan pertimbangan dan dilihat aspek manfaatnya. Semakin banyak yang menggunakan, maka unit cost dari sebuah media akan semakin menurun.
Technology. Mungkin saja kita tertarik kepada satu media tertentu. Tetapi kita perlu memperhatikan apakah teknisinya tersedia dan mudah menggunakannya?
Menurut Thomas yang perlu dipertimbangkan adalah:
Interactivity. Media yang baik adalah yang dapat memunculkan komunikasi dua arah atau interaktivitas.
Organization. Pertimbangan yang juga penting adalah dukungan organisasi. Apakah di sekolah tersedia sarana yang disebut pusat sumber belajar?
Novelty. Kebaruan dari media yang akan dipilih juga harus menjadi pertimbangan. Media yang lebih baru biasanya lebih baik dan lebih menarik bagi murid
Jenis-jenis media pembelajaran (Schramm)
Media untuk audiens besar: televisi, radio, facsimilie
Media untuk audiens kecil: film suara, film bisu, videotape, slide, radio, audiodisc, audiotape, foto. Poster, papan tulis.
Media untuk individual: media cetak, telepon, computer assisted instruction
Media yang dapat digunakan di kelas
Hand out
Papan tulis
Chart
Bulletin board
Film strip
Liquid crystal display projection panel
Overhead projector
Video tape
Computer assisted instruction
Penutup
Media yang paling baik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran belum ditemukan sampai hari ini.
Media modern belum tentu lebih baik dari media konvensional untuk hal-hal tertentu. Begitu juga sebaliknya.
Media yang paling baik adalah media yang tersedia di sekolah, tergantung bagaimana guru mengembangkan media yang ada disesuaikan dengan materi maupun karakteristik peserta didik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: